CARA MEMISAHKAN BERAS BERDASARKAN WARNA DENGAN

GRAIN COLOR SORTER

Rice-Color-Sorter

Rice-Color-Sorter

Mutu beras giling selain ditentukan oleh persentase beras kepala, beras patah juga ditentukan dari warna beras giling tersebut. Warna beras yang putih, transparan dan mengkilat cenderung disukai oleh pasar. Pada faktanya beras giling dari hasil penggilingan padi terdapat beras dengan warna hitam, berupa noktah atau menutupi sebagian permukaan beras, ada yang berwarna merah, ada yang warna keruh seperti kapur atau masih terdapat gabah yang tidak tersosoh sempurna.

 

Alat untuk memisahkan butiran beras giling yang tidak standar tadi (beras dengan warna hitam, merah, kuning, kapur atau gabah, bahkan batu) disebut grain color sorter (pemisah warna biji-bijian), tidak semua unit usaha penggilingan padi mempunyai alat color sorter ini karena harganya yang masih mahal, tetapi pada penggilingan padi besar yang menghasilkan kualitas  beras yang baik (tuntutan konsumen, misal Horeka) mereka menggunakan alat grain color sorter ini pada rangkain proses penggilingan padi mereka.

 

Prinsip kerja grain color sorter beras ini adalah pendeteksian warna cahaya yang memantul dari beras hasil gilingan. Pendeteksian warna dilakukan dengan sensor cahaya. Tahapannya yaitu beras yang tertampung dalam tangki penampung akan diumpankan ke dalam peluncur, setelah melalui saluran pengumpan. Karena gaya beratnya, beras yang disuplai ke dalam peluncur akan mengalami percepatan. Dua buah sensor akan mengamati semua butir beras yang lewat di depannya. Untuk melakukan pembedaan warna yang diteliti, di belakang butiran beras diletakkan lembaran yang berfungsi warna latar belakang.

Jika sensor mendeteksi butir beras yang memiliki warna tidak dikehendaki, maka ejektor akan meniup butiran beras dengan udara bertekanan tinggi. Butir beras yang baik akan keluar melalui saluran pengeluaran, sedangkan yang ditolak akan keluar pada saluran yang lain.

Ejektor memiliki respon cepat yang ditandai dengan kecepatan penyemprotan nozel. Nozel mesti dapat melakukan penyemprotan kira-kira 1000 kali per detik untuk dapat memisahkan gabah yang dialirkan melalui peluncuran secara kontinyu. Selang waktu antara pendeteksian dan penyemprotan juga sangat teliti untuk mendapatkan pemisahan yang efektif. Selain itu, kecepatan aliran juga harus diatur sesuai dengan koefisien gesekan bahan pada peluncur.

Untuk menjaga agar sensor selalu bersih, sebuah wiper dipasang untuk membersihkan sensor secara kontinyu. Kebersihan sensor sangat diperlukan agar cahaya yang diterima oleh sensor tidak terganggu.

Bagi anda yang membutuhkan alat-alat terkait penggilingan padi bisa menghubungi kami,

Tim Penggilinganpadi.com

SMS/WA  : 081317465682

Telpon      : 081317465682

Email         : mumtaz_19k@yahoo.com