NASI PUTIH DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATANMU

Kajian fakta dibalik nasi putih

Nasi putih

Nasi putih

Banyak orang menganggap untuk menjaga berat badan dan menjaga kesehatan mereka merubah pola makan dengan mengurangi konsumsi nasi atau bahkan sampai tidak makan nasi sama sekali. Ada pula oknum pakar kesehatan tertentu yang mengatakan untuk tidak makan nasi putih karena menyebabkan diabetes. Bila ditinjau dari segi ilmiah, benarkah nasi putih merupakan faktor utama dari masalah kesehatan tersebut? Padahal realitanya nasi putih tidaklah seseram itu dan merupakan sumber karbohidrat yang sehat serta terjangkau.

Untuk meluruskan pemahaman yang salah tersebut, mari kita ulas lebih dalam tentang nasi putih dan akar penyebab klaim tersebut.

Perlunya mengurangi atau membatasi sumber makanan tertentu bukan berarti makanan tersebut tidak baik. Anggapan keliru tersebut timbul akibat minimnya informasi dan rasa takut berlebih akan suatu penyakit.  Padahal apabila tidak memiliki risiko penyakit tertentu seperti Diabetes Melitus (DM), kita boleh saja mengonsumsi nasi putih setiap hari selama jumlahnya sesuai kebutuhan.

Banyak orang menyama-ratakan atau mengumumkan sesuatu yang khusus di dunia medis, contohnya pada kasus khusus diabetisi (sebutan untuk orang dengan sakit DM). Porsi nasi putih perlu mereka batasi karena memiliki Indeks Glikemik (IG) yang cukup tinggi. Hal tersebut dikarenakan diabetisi tidak memiliki cukup insulin untuk mengatur gula darahnya. Saat mengonsumsi pangan tinggi IG, gula darah diabetisi akan sulit terkontrol dan dapat berakibat buruk bagi kesehatannya.

DM merupakan pembunuh nomor satu sehingga makanan yang dibatasi pada penyakit ini diterapkan pula pada orang sehat pada umumnya. Menurut teori tentang perilaku manusia, kepercayaan dapat mempengaruhi sikap seseorang yang nantinya akan menentukan perilaku orang tersebut.

Teori Perilaku

Contoh, si A percaya atau meyakini bahwa nasi putih itu tidak baik untuk kesehatan, kemudian ia akan menentukan sikap apakah dia akan memilih untuk mengonsumsi nasi putih atau mengeliminasi nasi putih. Setelah menentukan sikap, ia juga akan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan mengeliminasi nasi putih.

Pada serangkaian proses tersebut, pengetahuan dan wawasan akan turut mempengaruhi hasilnya. Untuk menghindari kesalahpahaman akan suatu hal, ada baiknya kita mencari tahu terlebih dahulu tentang kebenaran isu tersebut dari sumber terpercaya atau kepada ahlinya untuk memperoleh jawaban yang relevan.

Demikian penjelasan singkat tentang perilaku, selanjutnya kembali berfokus membahas nasi putih.

Pada umumnya bagi yang tidak mengonsumsi nasi putih akan beralih ke nasi merah atau nasi hitam karena adanya anggapan bahwa nasi merah / hitam lebih sehat dibandingkan nasi putih. Hal tersebut juga seringkali dilakukan oleh mereka yang sedang berusaha menurunkan berat badan.

Benarkah lebih sehat? Mari kita bandingkan kandungan gizi ketiganya pada tabel di bawah ini untuk mengetahui apa yang membedakan kedua nasi tersebut.

tabel-beras

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa energi antara nasi putih, nasi merah, dan nasi hitam tidak jauh berbeda. Ini berarti jumlah kalorinya juga hampir sama. Jadi, anggapan bahwa makan nasi putih menimbulkan kegemukan tidaklah benar.

Kegemukan hanya akan terjadi akibat suatu akumulasi, yaitu apabila kita selalu makan melebihi kebutuhan sehari-hari dalam jangka waktu tertentu. Kelebihan tersebut, baik dari sumber karbohidrat apapun, akan disimpan dalam bentuk lemak di dalam tubuh.

Jadi, berapakah jumlah takaran makan yang tepat?

Menurut pedoman gizi seimbang tahun 2014, kita perlu mengonsumsi 3-4 porsi makanan pokok dalam sehari. Makanan pokok ini dapat berupa nasi / nasi tim / bubur / lontong (berbahan dasar beras), umbi-umbian (singkong, ubi, talas, kentang, dll), jagung, tepung-tepungan, mi, bihun, dll.

Untuk besar porsi nasi sendiri, ukuran rumah tangga satu porsi nasi adalah ¾ gelas ukuran 200 ml atau setara dengan 100 gr nasi atau 50 gr beras.

Jumlah 3-4 porsi tersebut merupakan anjuran pada umumnya. Kebutuhan Anda bisa saja lebih atau kurang, karena kebutuhan energi dan zat gizi seseorang dipengaruhi oleh usia, berat badan, tinggi badan, kondisi kesehatan, dll sehingga akan berbeda antara orang yang satu dengan orang yang lainnya. Oleh karena itu penting sekali berdiskusi dengan ahlinya untuk mengetahui porsi Anda.

Poin yang kedua dari tabel kandungan nasi putih, nasi merah dan nasi hitam adalah kandungan seratnya. Kandungan serat nasi hitam lebih banyak dibandingan nasi putih, sehingga dapat memberikan efek rasa kenyang yang lebih lama. Selain itu, tekstur nasi hitam dan nasi merah yang lebih getas dibandingkan dengan nasi putih membuat nasi ini sulit dikombinasikan dengan lauk lainnya. Perbedaan tekstur ini juga membuat penggemar nasi putih cenderung lebih sedikit saat makan nasi hitam ataupun merah.

Di samping perbedaan kandungan vitamin dan mineral yang kecil, kandungan yang penting untuk diketahui dari nasi hanyalah seratnya karena berhubungan langsung dengan tingkat IG.

Untuk mensiasati agar saat makan nasi putih tetap mendapat manfaat dari serat adalah dengan menggabungkan nasi putih bersama lauk sayur-sayuran. Hampir seluruh jenis sayur merupakan sumber serat yang baik dan memiliki kalori yang rendah, sehingga dapat dikonsumsi dalam jumlah yang cukup banyak.

Kesimpulannya adalah anggapan bahwa nasi itu jahat dan penyebab DM2 tidaklah benar. Pada dasarnya semua pangan memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing dan hanya akan berbahaya apabila dikonsumsi terlalu berlebihan. Semoga bermanfaat. (sumber: www.apki.or.id)

Bagi anda yang membutuhkan alat-alat terkait penggilingan padi bisa menghubungi kami,

Tim Penggilinganpadi.com

SMS/WA  : 081317465682

Telpon      : 081317465682

Email         : mumtaz_19k@yahoo.com