Dampak Penetapan HET Beras Terhadap Keragaman Varietas Padi

Beras

Penetapan HET beras yang mulai berlaku september 2017 yang lalu, dinilai berdampak terhadap produsen (Penggilingan padi), pedagang dan juga konsumen. Penggolongan harga beras berdasarkan kualitas mutu berupa beras medium dan beras premium serta beras khusus secara tidak langsung akan berdampak pada jumlah keragaman varietas padi.

Petani akan berpikir ulang jika akan menanam varietas padi yang sebelum penetapan HET melalui Permentan No. 31 tahun 2017 memiliki harga yang tinggi. Meskipun pemerintah telah menetapkan beberapa varietas padi termasuk penggolongan beras khusus, tetapi jumlah varietas yang termasuk ke beras khusus masih sedikit. Sedangkan jika mendaftarkan varietas padi, untuk menjadi beras khusus perlu persyaratan dan waktu, serta belum tentu pemerintah daerah mampu mengakomodir pendaftaran varietas padi tersebut menjadi beras khusus.

Beras khusus diatur terpisah, yakni dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 31 Tahun 2017 tentang Kelas Mutu Beras, yang membagi beras khusus dalam empat jenis, yakni beras kesehatan, beras organik, beras indikasi geografis (IG), dan beras tertentu yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri.

Agar bisa dijual dengan harga khusus, beras harus memenuhi syarat, yakni terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk beras kesehatan, di Lembaga Sertifikasi Organik untuk beras organik, di Ditjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM untuk beras IG, dan sertifikat khusus dari negara asal untuk beras yang tak bisa diproduksi di dalam negeri. Namun, varietas padi yang ditanam petani sebenarnya sangat beragam. Demikian pula mutu dan jenis beras yang beredar dan diperdagangkan di pasaran selama ini. Sejumlah pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Jumat pekan lalu, menyebutkan, beberapa jenis beras belum memenuhi syarat beras khusus, tetapi harganya di atas HET medium Rp 9.450 per kg, bahkan lebih tinggi dari HET premium Rp 12.800 per kg. Ketua Koperasi Pedagang PIBC Zulkifly Rasyid mencontohkan, harga beli beras pandanwangi asal Karawang atau Cianjur, Jawa Barat, di PIBC sekitar Rp 14.000 per kg. Masa tanam beras ini 5-6 bulan, lebih lama dari beberapa varietas unggul lain yang hanya 100-120 hari. Ongkos produksi juga lebih mahal karena rendemen gabah kurang dari 50 persen. Jenis beras lain yang terancam adalah beras jembar atau gemar. Sejumlah pedagang grosir membeli beras berbulir panjang ini dari pemasok Rp 16.000 per kg. Jadi, tak mungkin menjualnya Rp 12.800 per kg. Ketika harga gabah padi varietas IR atau Ciherang Rp 5.000 per kg, harga gabah jembar di Bandung, Jawa Barat, mencapai Rp 7.200 per kg.

Bagi anda yang membutuhkan alat-alat terkait penggilingan padi  bisa menghubungi kami,

Tim Penggilinganpadi.com

SMS/WA  : 081317465682

Telpon      : 081317465682

Email         : mumtaz_19k@yahoo.com