Bagaimana BULOG mendapatkan Stok Beras, Ketika HPP Jauh Dibawah Harga Pasar??
Beras Bulog

Beras Bulog

Kenaikkan harga beras yang tajam dalam 4 bulan terakhir ini menjadi sorotanĀ  terkait ketahanan pangan di Indonesia. Dan Bulog merupakan salah satu lembaga yang paling mendapat sorotan tajam terkait fungsinya dalam penanganan stok beras nasional.

Kebijakan Harga Pembelian gabah yang saat ini berlaku adalah Inpres No. 5 tahun 2015, dimana harga GKP (Gabah Kering Panen) adalah Rp 3.700 dan GKG (Gabah Kering Giling) Rp 4.650 sedangkan harga beras Rp 7.300, dengan kebijakan penetapan harga ini dimana harga yang ditetapkan jauh dari harga pasar atau riil di lapangan. lalu bagaimana sebenarnya Bulog mencukupi kebutuhan stok berasnya??

Bulog mendapatkan stok beras bisa dalam bentuk gabah atau dalam bentuk beras dengan membentuk mitra penggilingan. Dengan besarnya selisih harga HPP gabah dengan harga riil dilapangan maka petani tidak akan mau jual gabah ke BULOG. Lalu bagaimana mitra penggilingan bisa suplai beras ke Bulog?? Yang namanya usaha tentu tidak mau rugi, jadi ketika mitra penggilingan mengirim beras ke Bulog, maka beras yang dikirim tersebut adalah beras dibawah standar mutu yang biasa mitra jual langsung ke pasar. jadi tidak mengherankan jika kualitas beras yang ada di bulog kurang bagus.beras dengan kualitas bagus pun dengan adanya masa penyimpanan akan mengalami penurunan kualitas. Maka jangan dibayangkan jika beras yang kurang bagus dilakukan penyimpanan dalam jangka waktu yang relatif lama.

Lalu, darimana Bulog bisa mendapatkan beras dengan kualitas yang bagus? impor kah??

#bersabarlah wahai petani Indonesia